-->

Antara Perbedaan dan Sebuah Perasaan

Mungkin ini adalah masalah hati, perasaan tentang bagaimana aku harus menyikapinya. munafik  kalau aku bilang gampang, bohong kalau aku bilang bisa. bahkan sampai saat ini aku belum bisa untuk menghilangkan soal hati dan perasaan itu.

Bohong kalau aku bilang cukup hanya dengan waktu 1 bulan atau bahkan dalam waktu 1 minggu. bahkan sampai saat ini pun aku belum bisa. apakah begitu berartinya kamu, sampai aku merasakannya sampai saat ini. kadang aku merasa bingung kenapa sulitnya untuk melupakan bahkan menghapus.


semua cara sudah aku lakukan, dari mulai membiasakan diri dan sampai belajar ikhlas. tapi kenapa disaat aku sedikit mulai bisa. ada-ada saja yang mengingatkan bahkan kamu datang.

aku tidak tahu bagaimana kamu disana, kamu pun tidak akan pernah tahu bagaimana aku disini. kita dipisahkan oleh keadaan.

aku tahu kenapa dulu tak ada komitmen , karna ada perbedaan antara kita. dan perbedaan itu yang membuat antara kita sulit untuk bersama. 

mungkin buat sebagian orang perbedaan tidak mempengaruhi, tapi untuk kamu mungkin perbedaan itu adalah masalah terpenting. yahh, perbedaan itu baru aku sadari. walaupun aku menggap perbedaan itu sepele. dan memang sepele.!

aku bukan yang terbaik, itu menurutku. karna aku bukan orang yang sesuai dengan permintaannya. aku hanya seorang wanita biasa. yang mempunyai sebuah hati dan perasaan yang bukan untuk disakiti atau bahkan dimainkan.  


saat kamu tak ada mungkin aku merasakan hal yang berbeda, karna aku terbiasa dengan kamu ya, aku pernah merasakan hal itu. 

disaat kamu memilih yang lain, dan kamu pergi begitu saja. disaat kamu sendiri kamu datang dengan seenaknya. tapi kenapa bodohnya aku yang terlalu open sama kamu. bodohnya aku yang masih percaya sama kamu. 

ya, padahal itu sakit, dan perih . disaat kamu lebih memilih dia. bahkan dengan gampangnya kamu ngomong seolah itu semua salah aku. tanpa kamu sadari pernah kah kamu bertanya  tentang perasaan aku.

aku masih terlalu percaya kamu. bodohnya aku bertahan ditengah kepedihan.. sampai aku tahu bagaimana sikap kamu sebenarnya. 

bahkan rasa sakit ini masih aku rasakan dan untuk saat ini belum ada sosok baru yang bisa menggantikan kamu. 

waktu berjalan. berganti hari dan berganti bulan dan tahun.. kamu pun pergi dan datang seenaknya. bahkan aku merasakan lagi sakit itu. kecewa, ternyata tak ada yang berubah. tanpa kamu sadari kamu sakiti aku lagi, 









Zahra S



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel